Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keluarga broken home terhadap perilaku sosial siswakelas VI MI Mathla'ul Anwar Tanjung Rejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas kepala sekolah (1 orang), siswa kelas VI (8 orang) , guru-guru kelas VI (2 orang) di MI Mathla’ul Anwar Tanjung Rejo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keluarga broken home memberikan dampak signifikan terhadap perilaku sosial siswa. Dampak yang teridentifikasi meliputi: (1) kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, (2) rendahnya kepercayaan diri, (3) munculnya perilaku agresif, (4)kesulitan menjalin interaksi dengan teman sebaya, dan (5) menurunnya motivasi belajar. Selain itu, siswa cenderungmencari perhatian melalui perilaku negatif dan sering membandingkan kondisi keluarganya dengan teman yang memiliki keluarga utuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi broken home memengaruhi perkembangan psikososial dan perilaku sosial siswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan gambaran empiris mengenai bentuk-bentuk perilaku sosial siswa dari keluarga broken home di jenjang madrasah ibtidaiyah, sehingga dapat menjadi dasar bagi guru, konselor, dan orang tua dalam merancang strategi pendampingan serta intervensi yang lebih tepat untuk mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.
Copyrights © 2026