Penelitian ini menganalisis kesiapan infrastruktur administrasi dan persepsi pemangku kepentingan terhadap rencana implementasi pajak karbon di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA, penelitian ini menyeleksi 21 artikel ilmiah sebagai sampel melalui kriteria inklusi dan eksklusi yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pajak karbon masih menghadapi tantangan berupa regulasi teknis yang belum optimal, keterbatasan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), koordinasi antarlembaga yang lemah, serta rendahnya kapasitas administrasi dan literasi publik. Selain itu, persepsi pelaku usaha dan masyarakat dipengaruhi oleh kekhawatiran dampak ekonomi, keadilan distribusi beban, transparansi tata kelola, dan tingkat kepercayaan kepada pemerintah. Untuk meningkatkan efektivitasnya, studi ini merekomendasikan penerapan bertahap, mekanisme revenue recycling, penguatan sistem MRV, koordinasi lintas sektor, dan edukasi publik yang berkelanjutan. Kesimpulannya, keberhasilan pajak karbon di Indonesia sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur administrasi, kepastian regulasi, dan dukungan pemangku kepentingan demi mencapai pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026