Latar Belakang: Diare tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang utama bagi anak-anak, terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Kualitas sanitasi lingkungan merupakan salah satu elemen krusial dalam mencegah penyakit diare. Situasi sanitasi yang tidak memadai dapat meningkatkan kemungkinan kontaminasi oleh mikroorganisme penyebab penyakit, sehingga memperbesar insiden diare pada anak-anak. Kehadiran diare pada balita dapat menimbulkan rasa cemas bagi ibu sebagai pengasuh utama. Tujuan: Untuk memahami keterkaitan antara faktor sanitasi lingkungan dan tingkat kecemasan ibu yang memiliki anak balita yang mengalami diare di Wilayah Kerja Puskesmas Wayaloar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 71 partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank (α = 0,05). Hasil: Mayoritas partisipan memiliki tingkat sanitasi lingkungan yang kategorinya cukup (83,1%) dan mengalami kecemasan dalam kategori berat (69,0%). Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,372 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,108. Kesimpulan: Tidak terdapat keterkaitan yang signifikan antara faktor sanitasi lingkungan dan tingkat kecemasan ibu yang memiliki balita yang mengalami diare. Sehingga diharapkan intervensi tidak hanya difokuskan pada perbaikan sanitasi lingkungan, tetapi juga memperkuat aspek psikososial seperti edukasi kesehatan, dukungan keluarga, dan pendampingan emosional saat anak mengalami diare.
Copyrights © 2026