Dian Pitaloka Priasmoro
ITSK RS dr.Soepraoen Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship Between Family Support and Self-Confidence in Managing Chronic Kidney Failure Patients in the Hemodialysis Elva Syaharani; Juliati Koesrini; Dian Pitaloka Priasmoro
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v8i1.1372

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive disease that requires patients to undergo long-term hemodialysis. This process places various physical and psychological demands on patients, requiring them to consistently manage their self-care. Self-efficacy is a crucial factor that influences patients’ confidence in undergoing therapy, while family support plays a significant role in helping patients maintain motivation and compliance during treatment. However, patients' self-efficacy may be impacted by the varying degrees of family support they receive. Purpose: Understanding the connection between self-efficacy and family support in hemodialysis patients with chronic kidney disease(CKD). Methods: Her research employed a cross-sectional methodology and a correlational quantitative design. Using basic random sampling, 102 patients made up the sample. Family support and self-efficacy questionnaires were used to gather data, and the Spearman Rank test was used for analysis with a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents showed great self-efficacy (91.2%) and strong familial support (91.2%). Family support and self-efficacy were strongly and significantly correlated (r = 0.612; p = 0.000). Conclusion: The degree of self-efficacy of CKD patients receiving hemodialysis is strongly correlated with family support. Optimal Family Support can increase patients’ confidence and ability to manage their care.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUONO Dian Pitaloka Priasmoro; Hestri Yani Tetoyo
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1378

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus. Banyak faktor risiko yang menyebabkan penyakit hipertensi. Adapun faktor risiko terjadinya hipertensi dapat dibedakan atas faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti genetik, jenis kelamin, dan umur, dan faktor risiko yang dapat diubah seperti kegemukan atau obesitas, kurang olahraga atau aktivitas fisik, merokok, stres, konsumsi alkohol, dan konsumsi garam. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan upaya pencegahan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Duono. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 80 responden di Puskesmas Duono, Kabupaten Halmahera Barat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan hipertensi dengan upaya pencegahan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi (p-value 0,001 < 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan upaya pencegahan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Duono. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, semakin baik pula upaya pencegahan hipertensi yang dilakukan.
HUBUNGAN FAKTOR SANITASI LINGKUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU YANG MEMILIKI BALITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAYALOAR Dian Pitaloka Priasmoro; Julia Ratuain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1396

Abstract

Latar Belakang: Diare tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang utama bagi anak-anak, terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Kualitas sanitasi lingkungan merupakan salah satu elemen krusial dalam mencegah penyakit diare. Situasi sanitasi yang tidak memadai dapat meningkatkan kemungkinan kontaminasi oleh mikroorganisme penyebab penyakit, sehingga memperbesar insiden diare pada anak-anak. Kehadiran diare pada balita dapat menimbulkan rasa cemas bagi ibu sebagai pengasuh utama. Tujuan: Untuk memahami keterkaitan antara faktor sanitasi lingkungan dan tingkat kecemasan ibu yang memiliki anak balita yang mengalami diare di Wilayah Kerja Puskesmas Wayaloar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 71 partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank (α = 0,05). Hasil: Mayoritas partisipan memiliki tingkat sanitasi lingkungan yang kategorinya cukup (83,1%) dan mengalami kecemasan dalam kategori berat (69,0%). Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,372 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,108. Kesimpulan: Tidak terdapat keterkaitan yang signifikan antara faktor sanitasi lingkungan dan tingkat kecemasan ibu yang memiliki balita yang mengalami diare. Sehingga diharapkan intervensi tidak hanya difokuskan pada perbaikan sanitasi lingkungan, tetapi juga memperkuat aspek psikososial seperti edukasi kesehatan, dukungan keluarga, dan pendampingan emosional saat anak mengalami diare.