Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan diduga berhubungan dengan perubahan metabolisme glukosa pada penderita DM. Individu berusia di atas 45 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan toleransi glukosa, dan risiko ini meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia Tujuan: Mengetahui hubungan usia dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap RSD Kota Tidore Kepulauan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari rekam medis elektronik (RME) pasien Diabetes Melitus periode Februari–April 2026. Sampel penelitian berjumlah 45 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Rata-rata usia pasien adalah 57,56±8,90 tahun dan rata-rata kadar gula darah sewaktu sebesar 185,24±50,78 mg/dL. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan nilai r=0,122 dan p=0,424, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar gula darah sewaktu. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap RSD Kota Tidore Kepulauan.
Copyrights © 2026