Latar Belakang: Tingginya prevalensi Luka ulkus yang merupakan komplikasi akibat diabetes mellitus karena kerusakan saraf ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang, yang disebabkan penurunan sensasi pada kaki akibat gangguan sirkulasi darah, neuropati perifer. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan neuropati dengan luka ulkus diabetik Metode: Penelitian ini merupakan jenis studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 68 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian diuji menggunakan uji statistik Pearson dengan tingkat signifikansi α = <0,05 melalui program SPSS. Instrumen penelitian ini menggunakan Bates-Jansen Wound Assessment Tool (BJWAT). Sementara itu, untuk mengukur neuropati perifer, digunakan Diabetes Neuropathy Symptom (DNS) Penelitian ini dilakukan di Wound Center Madura. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan taraf kesalahan (α) = 0,05, diperoleh nilai p = 0,000. Ini berarti ada hubungan signifikan antara neuropati perifer dengan luka ulkus. Kesimpulan: Neuropati perifer berperan sebagai faktor risiko utama karena menyebabkan gangguan sensasi sehingga meningkatkan kerentanan terhadap trauma dan pembentukan ulkus. Skrining neuropati secara berkala diperlukan sebagai strategi pencegahan komplikasi kaki diabetik.
Copyrights © 2026