Luluk Fauziyah Januarti
Universitas Noor Huda Mustofa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu Berbasis Media Sosial Tiktok dalam Upaya Eliminasi Tuberkulosis di Desa Kramat Bangkalan Eka Suci Daniyanti; Luluk Fauziyah Januarti; M. Shofwan Haris; Alifyan Akbar Rafsanjani; Elsya Nitalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23380

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dalam masalah nasional. Indonesia menempati peringkat kedua di dunia untuk kasus TB, sebagai respon terhadap epidemi TB, pemerintah mengeluarkan kebijakan strategi penanggulangan TB yang komprehensif salah satunya adalah penguatan komitmen di pemerintahan pada semua tingkatan. Mengoptimalkan peran masyarakat merupakan salah satu upaya pendukung dalam eliminasi TB. Kader merupakan barisan pertama yang bisa menjangkau masyarakat ketika masyarakat sakit dan akan mengakses layanan kesehatan sehingga peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sangat diperlukan untuk menunjang peran kader dalam implementasi program TB. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader kasehatan tentang TB dan penatalaksanaannya dan edukasi pemanfaatan media sosial TikTok bagi kader untuk penyebaran informasi kesehatan di Desa Kramat Bangkalan. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang TB dan penatalaksanaanya selain itu kader juga diberikan edukasi terkait pemanfaatan media sosial bagi penyebaran informasi kesehatan dan bagaimana membuat video promosi kesehatan yang kreatif dan menarik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang TB sebesar 21,8% dan kemampuan kader dalam membuat video promosi kesehatan tentang TB yang diunggah di akun media sosial TikTok kader desa Kramat yang sudah banyak pengikut atau follower dan banyaknya kesukaan (like) dari postingan tersebut. Kegiatan pengabdian ini adalah bentuk nyata jika dengan peningkatan pengetahuan dan skill dapat diupayakan dengan pemberian edukasi dan pelatihan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.  Kata Kunci: Tuberkulosis, Media, Sosial, TikTok.  ABSTRACT Tuberculosis remains a serious public health problem in the national context. Indonesia ranks second in the world for TB cases. In response to the TB epidemic, the government has issued a comprehensive TB control strategy policy, one of which is strengthening commitment across all levels of government. Optimizing the role of the community is one of the supporting efforts in TB elimination. Cadres are the first line of defense who can reach the community when they are sick and will access health services, so increasing knowledge and skills is essential to support the role of cadres in implementing TB programs. The purpose of this activity is to increase the knowledge of health cadres about TB and its management, and educate cadres on the use of TikTok social media to disseminate health information in Kramat Bangkalan Village. The method used is to provide education about TB and its management. In addition, cadres are also given education regarding the use of social media for disseminating health information and how to create creative and engaging health promotion videos. The results of the activity showed a 21.8% increase in Posyandu cadres' knowledge about TB and their ability to create health promotion videos about TB, which were uploaded to the Kramat village cadre's TikTok social media account, which already has a large following and many likes. This community service activity is a concrete example of how increasing knowledge and skills can be achieved through education and training in accordance with the objectives to be achieved. Keywords: Tuberculosis, Media, Social, TikTok.
ASOSIASI KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA: STUDI CROSS-SECTIONAL Alvin Abdillah; Agus Priyanto; Luluk Fauziyah Januarti
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1438

Abstract

Background: The elderly refer to individuals who have entered the final phase of the aging process. life phase. As age increases, not only does our body experience a decline in function, but our brain does too, which causes many elderly people to become forgetful. Forgetfulness (declining cognitive function) is often referred to as dementia. Aim: The aim of this research is to analyze the relationship between smoking habits and the incidence of dementia in the elderly at the Posyandu in Duko Tambin Village under the Tragah Health Center. Method: This study uses a correlational analytic approach with a cross-sectional design. The research was conducted at the Posyandu in Duko Tambin Village, Bangkalan Regency. The elderly population in Duko Tambin Village consists of 125 people. The sample size is 96 people. Subjects were selected using purposive sampling. The independent variable is smoking habits, while the dependent variable is the incidence of dementia. The research instrument includes a smoking habits questionnaire and the MMSE. Data analysis was performed using the Spearman rank test. Results: The results of the analysis of elderly data at the Posyandu in Duko Tambin Village regarding smoking habits show that almost all belong to the heavy category at 80%, and most of the elderly are in the severe dementia category at 70%. The Spearman rank statistical test yielded a p-value of 0.044, meaning there is a relationship between smoking habits and the incidence of dementia in the Posyandu of Duko Tambin Village, which is the working area of the Tragah Public Health Center. Conclusion: Based on the results above, it is recommended that the elderly reduce or quit smoking as it can lead to dementia. This is due to the nicotine present in cigarettes, which can cause dementia
NEUROPATI PERIFER SEBAGAI PREDIKTOR ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Rahmad wahyudi; Luluk Fauziyah Januarti; Sofi Yulianto; Achmad Zahirul Ardhi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1442

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi Luka ulkus yang merupakan komplikasi akibat diabetes mellitus karena kerusakan saraf ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang, yang disebabkan penurunan sensasi pada kaki akibat gangguan sirkulasi darah, neuropati perifer. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan neuropati dengan luka ulkus diabetik Metode: Penelitian ini merupakan jenis studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 68 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian diuji menggunakan uji statistik Pearson dengan tingkat signifikansi α = <0,05 melalui program SPSS. Instrumen penelitian ini menggunakan Bates-Jansen Wound Assessment Tool (BJWAT). Sementara itu, untuk mengukur neuropati perifer, digunakan Diabetes Neuropathy Symptom (DNS) Penelitian ini dilakukan di Wound Center Madura. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan taraf kesalahan (α) = 0,05, diperoleh nilai p = 0,000. Ini berarti ada hubungan signifikan antara neuropati perifer dengan luka ulkus. Kesimpulan: Neuropati perifer berperan sebagai faktor risiko utama karena menyebabkan gangguan sensasi sehingga meningkatkan kerentanan terhadap trauma dan pembentukan ulkus. Skrining neuropati secara berkala diperlukan sebagai strategi pencegahan komplikasi kaki diabetik.