Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) housekeeping dalam pengelolaan kebersihan di hotel butik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya dalam menciptakan kualitas layanan yang optimal. Penerapan SOP housekeeping secara konsisten menjadi aspek penting dalam menjaga standar operasional sekaligus memenuhi ekspektasi tamu yang semakin tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap manajer housekeeping, supervisor, room attendant, serta dokumen SOP housekeeping di hotel butik yang menjadi lokasi penelitian. Penerapan SOP berkontribusi terhadap terciptanya kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan konsistensi kualitas pelayanan. Namun demikian, efektivitas implementasi SOP masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kompetensi dan kedisiplinan karyawan, intensitas pelatihan, ketersediaan peralatan dan bahan pembersih, tingkat okupansi hotel, serta pengawasan dari supervisor. Selain itu, komunikasi antarbagian dan budaya kerja yang berorientasi pada kualitas turut mendukung keberhasilan pengelolaan kebersihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan SOP housekeeping yang konsisten, didukung oleh pengawasan yang efektif, pelatihan berkelanjutan, serta evaluasi berkala, mampu meningkatkan kualitas pengelolaan kebersihan dan kepuasan tamu di hotel butik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen hotel dalam mengembangkan strategi peningkatan kualitas layanan housekeeping yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing hotel di industri perhotelan.
Copyrights © 2026