Penyesuaian diri menantu perempuan dalam keluarga Jawa merupakan proses psikososial yang dipengaruhi oleh relasi keluarga dan nilai budaya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika penyesuaian diri menantu perempuan dalam konteks budaya Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semistruktur terhadap tiga perempuan bersuku Jawa yang telah menikah, tinggal bersama mertua, dan memiliki anak. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyesuaian diri berlangsung secara bertahap sejak sebelum menikah hingga menjalani kehidupan rumah tangga. Proses tersebut dipengaruhi oleh kesiapan psikologis, kualitas relasi dengan mertua, konflik interpersonal, dukungan suami, serta internalisasi nilai budaya Jawa seperti manut, harmoni, dan penghormatan terhadap orang tua. Menantu cenderung menggunakan strategi koping pasif, seperti menahan emosi dan berhati-hati dalam berkomunikasi untuk menjaga keharmonisan keluarga. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi aspek psikologis, relasi keluarga, dan nilai budaya Jawa dalam memahami pengalaman subjektif menantu perempuan yang tinggal bersama mertua. Temuan penelitian menunjukkan pentingnya dukungan pasangan dan komunikasi keluarga yang lebih terbuka sebagai upaya membangun relasi keluarga yang adaptif dan harmonis.
Copyrights © 2026