Degradasi karakter remaja di Indonesia, khususnya di Kota Tarakan, menunjukkan urgensi tinggi dengan dominasi kasus kekerasan yang fluktuatif dari 192 kasus (2020), 116 kasus (2021), 224 kasus (2022), 192 kasus (2023), hingga 141 kasus (2024). Fenomena ini memerlukan intervensi inovatif yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendekatan pembelajaran kontemporer. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan praktik permainan nusantara sebagai media pembelajaran berbasis deep learning dalam penguatan karakter positif siswa di SMP Negeri 7 Tarakan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan multi-strategi meliputi pendidikan masyarakat melalui sosialisasi, difusi IPTEKS dengan pengembangan modul dan RPL/RPP, pelatihan intensif dengan demonstrasi langsung, mediasi kolaborasi stakeholder, dan advokasi melalui pendampingan berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui Workshop PERMATA untuk pembentukan 15 Kawan Proaktif (peer counselor) dan Workshop IMPIAN untuk pelatihan guru selama tiga hari. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman karakter positif siswa sebesar 42% dengan partisipasi aktif 93%, serta peningkatan kompetensi guru dari 35% menjadi 88%. Produk RPL dan RPP terintegrasi permainan nusantara mencapai kategori baik sekali (91,5%). Permainan tradisional seperti bentengan, engklek, dan gobak sodor terbukti efektif mengembangkan kerja sama, sportivitas, dan kejujuran. Program ini mendemonstrasikan model sinergi perguruan tinggi-sekolah yang efektif dalam mengintegrasikan kearifan lokal dengan inovasi pembelajaran untuk pembentukan karakter generasi muda secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026