Perkembangan teknologi pendidikan di era Revolusi Industri 5.0 menuntut modul ajar yang inovatif, adaptif, dan mampu mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Modul ajar matematika materi aljabar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat ini masih bersifat konvensional, kurang interaktif, dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pembelajaran modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual modul ajar serta menganalisis kesenjangan antara modul yang ada dengan tuntutan pembelajaran di era Revolusi Industri 5.0. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kebutuhan. Subjek penelitian meliputi guru Matematika, modul ajar materi aljabar, dan dokumen pendukung kurikulum. Instrumen yang digunakan meliputi lembar analisis modul ajar dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif melalui reduksi, penyajian naratif, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang ada masih kurang interaktif, kurang adaptif terhadap gaya belajar siswa, dan belum sepenuhnya mendukung keterampilan abad ke-21. Terdapat kesenjangan signifikan antara modul saat ini dengan tuntutan pembelajaran modern, sehingga diperlukan pengembangan modul ajar yang lebih inovatif, adaptif, dan mendukung pembelajaran kolaboratif serta problem-based learning.
Copyrights © 2026