Pendidikan sains berperan penting dalam emmbentuk pandangan siswa terhadap alam semesta, terutama pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Namun, pemahaman siswa sering kali bervariasi dan cenderung terjadi miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil pemahaman konsep siswa SMP kelas VII di Jawa Tengah menggunakan metode Certainly of Response Indeks (CRI) melalui tes tiga tingkat (three – tier test). Metode ini mengevaluasi jawaban benar – salah dan tingkat keyakinan siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari 25 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (54%) mengalami miskonsepsi pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Persentase miskonsepsi tertinggi (80%) ditemukan pada soal tentang pengertian populasi, yang kemungkinan disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang efektif seperti ceramah. Tingkat miskonsepsi yang tinggi juga ditemukan pada soal- soal lain yang membutuhkan analisis gambar dan pemahaman konsep yang mendalam. Sebaliknya, pemahaman konsep tertinggi tercatat pada soal-soal tertentu dengan persentase hingga 75%. Hasil ini menyoroti pentingnya diversifikasi metode pembelajaran, seperti kegiatan di luar ruangan, untuk mengatasi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa secara keseluruhan.
Copyrights © 2026