Penelitian ini bertujuan mengungkap peran e-modul berbasis kearifan lokal dan etnosains terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 58 artikel jurnal nasional dan internasional terindeks periode 2020–2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa e-modul berbasis kearifan lokal paling banyak diterapkan pada mata pelajaran IPA (biologi, kimia, fisika) di jenjang SMP dan SMA, dengan model pengembangan ADDIE sebagai pilihan utama (36 %) karena sistematis dan memungkinkan validasi bertahap. Integrasi elemen budaya seperti makanan tradisional, praktik pertanian, dan pengetahuan lingkungan terbukti menciptakan pembelajaran kontekstual yang meningkatkan motivasi, retensi, serta kemampuan analisis, inferensi, dan evaluasi siswa. E-modul berbasis kearifan lokal tidak hanya efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga menjadi strategi dekolonisasi sains yang relevan dengan identitas budaya Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan perluasan penerapan ke mata pelajaran lain dan pengembangan repositori nasional kearifan lokal sebagai sumber bahan ajar digital.
Copyrights © 2026