Keamanan jaringan merupakan aspek krusial dalam melindungi informasi, terutama pada website instansi pemerintahan. Website Pemerintahan Kalimantan Utara adalah sebuah platform yang digunakan untuk menyajikan layanan publik dan menyimpan data penting serta bersifat sensitif. Meningkatnya serangan cyber crime di Indonesia, seperti serangan sniffing dapat merugikan website yang dikelola Pemerintah Kalimantan Utara. Serangan sniffing dapat mencuri informasi sensitif seperti username dan password pengguna, sehingga dapat menyalahgunakan akun korban untuk mencuri data-data yang ada pada website Pemerintah Kalimanatan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan protokol HTTP dan HTTPS yang digunakan pada website Pemerintahan Kalimantan Utara, dengan dilakukannya uji keamanan menggunakan metode PTES (Penetration Testing Execution Standard). Metode ini dipakai karena efektif dalam mengeksplorasi dan mengevaluasi sistem melalui simulasi serangan langsung guna mengetahui potensi kelemahan yanag ada pada website. Hasil pengujian menunjukkan bahwa website yang masih menggunakan protokol HTTP sangat rentan terhadap serangan sniffing, di mana data sensitif seperti username dan password berhasil diperoleh oleh peneliti. Sebaliknya, pada website yang telah menggunakan protokol HTTPS, data tidak berhasil diakses karena protokol tersebut telah dilengkapi dengan enkripsi SSL/TLS yang mampu melindungi komunikasi data. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pengelola website Pemerintah Kalimantan Utara segera mengganti protokol HTTP menjadi HTTPS guna meningkatkan keamanan dan mencegah pencurian data melalui serangan sniffing.
Copyrights © 2026