Transformasi digital di perguruan tinggi menuntut sistem informasi yang fungsional sekaligus memberikan pengalaman pengguna (User Experience/UX) yang baik. SIHADIR Polnep adalah aplikasi presensi digital berbasis Android yang diterapkan di Politeknik Negeri Pontianak sejak Januari 2025. Namun, pasca-implementasi, ditemukan indikasi permasalahan pada antarmuka yang kurang intuitif dan kendala teknis yang mengganggu kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengalaman pengguna aplikasi SIHADIR menggunakan User Experience Questionnaire Plus (UEQ+) dengan empat dimensi: Perspicuity, Efficiency, Dependability, dan Attractiveness. Kuesioner disebarkan kepada 82 pengguna aktif yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan Polnep. Hasil menunjukkan Attractiveness (mean=1,45) dan Efficiency(mean=1,43) berkategori Positif, sedangkan Perspicuity (mean=0,698) dan Dependability (mean=0,256) berkategori Netral. Uji Mann-Whitney U mengungkap perbedaan persepsi signifikan antara kedua kelompok (p0,001), paling mencolok pada dimensi Dependability, yang dijelaskan melalui konsep konsekuensi penggunaan (stakes of use). Temuan ini menjadi acuan kuantitatif pengalaman sekaligus landasan rekomendasi perbaikan antarmuka berbasis data.
Copyrights © 2026