Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pola kerentanan aplikasi endpoint pada dua sektor industri strategis di Indonesia, yaitu manufaktur dan ritel. Studi ini menggunakan data aktual dari lebih dari 1.200 endpoint, yang terdiri atas 1.000+ endpoint dari perusahaan manufaktur dan 200+ endpoint dari perusahaan ritel, yang dimonitor melalui platform Endpoint Detection and Response (EDR) SentinelOne selama periode Februari 2023 hingga Maret 2025. Keren-tanan diidentifikasi berdasarkan entri CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) dan diklasifikasikan menurut tingkat keparahan menggunakan standar CVSS v3.1. Analisis dan visualisasi dilakukan terhadap distribusi severity, jumlah CVE per aplikasi, dan jumlah end-point terdampak di masing-masing sektor. Hasil menunjukkan bahwa sektor manufaktur lebih banyak terdampak oleh aplikasi produktivitas dan sistem legacy, sedangkan sektor ritel lebih rentan terhadap aplikasi remote access lawas dan framework .NET yang tidak lagi didukung. Penelitian ini juga membandingkan temuan dengan tren global dan menyusun strategi mitigasi sektoral yang kontekstual dan adaptif, ber-dasarkan best practices seperti NIST SP 800-40 dan Microsoft Security Baseline. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan awal bagi kebijakan keamanan siber yang lebih berbasis data dan sesuai karak-teristik sektor industri di Indonesia.
Copyrights © 2026