Bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan serta berkontribusi terhadap stabilitas harga pangan. Namun harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara masih mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat produksi dan harga produsen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat produksi dan harga produsen terhadap harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder time series periode Januari 2023 hingga Desember 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi bawang merah di Sumatera Utara cenderung mengalami penurunan selama periode penelitian, sedangkan harga produsen dan harga bawang merah di pasar tradisional berfluktuasi. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tingkat produksi memiliki hubungan negatif yang sangat kuat terhadap harga bawang merah dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0.99656. Sementara itu, harga produsen memiliki hubungan positif yang sangat kuat terhadap harga bawang merah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,996972. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa harga produsen memiliki hubungan yang lebih dominan dibandingkan tingkat produksi dalam menjelaskan perubahan harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga bawang merah dipengaruhi oleh kondisi produksi dan dinamika harga pada tingkat produsen.
Copyrights © 2026