Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Tingkat Produksi dan Harga Produsen Terhadap Harga Bawang Merah di Pasar Tradisional Sumatera Utara Suci Sinaga; Amanda Amalia; Tifani Maulidarizky
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1051

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan serta berkontribusi terhadap stabilitas harga pangan. Namun harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara masih mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat produksi dan harga produsen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat produksi dan harga produsen terhadap harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder time series periode Januari 2023 hingga Desember 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi bawang merah di Sumatera Utara cenderung mengalami penurunan selama periode penelitian, sedangkan harga produsen dan harga bawang merah di pasar tradisional berfluktuasi. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tingkat produksi memiliki hubungan negatif yang sangat kuat terhadap harga bawang merah dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0.99656. Sementara itu, harga produsen memiliki hubungan positif yang sangat kuat terhadap harga bawang merah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,996972. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa harga produsen memiliki hubungan yang lebih dominan dibandingkan tingkat produksi dalam menjelaskan perubahan harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga bawang merah dipengaruhi oleh kondisi produksi dan dinamika harga pada tingkat produsen.    
Peran Teman Sebaya dalam Membentuk Semangat Belajar Siswa dalam Konteks Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 35 Medan Margaret Hutabarat; Febriyanti Revalentina Naibaho; Pesta Sugianti Simanungkalit; Amanda Amalia
Pedagogik Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i3.1977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teman sebaya dalam membentuk semangat belajar siswa serta mengkaji peran Bimbingan dan Konseling dalam mengelola pengaruh tersebut di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian terdiri atas satu guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan utama dan sejumlah siswa yang dipilih secara purposif sebagai informan pendukung berdasarkan keterlibatan mereka dalam interaksi kelompok sebaya. Data dianalisis secara deskriptif-naratif dengan memusatkan perhatian pada pola interaksi teman sebaya, bentuk dukungan sosial, distraksi dalam kegiatan belajar, serta layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki peran yang bersifat dua arah dalam membentuk semangat belajar siswa. Interaksi positif berupa saling membantu memahami materi, berdiskusi, berbagi tugas, memberikan dorongan, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dapat meningkatkan keterlibatan, keberanian berkomunikasi, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa. Sebaliknya, interaksi yang didominasi percakapan, candaan, bermain, dan aktivitas nonakademik dapat menjadi sumber distraksi yang mengurangi konsentrasi dan perhatian siswa terhadap pembelajaran. Temuan juga menunjukkan bahwa Guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis dalam mengarahkan dinamika teman sebaya melalui layanan bimbingan pribadi-sosial, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. Dengan demikian, penguatan semangat belajar siswa perlu memperhatikan kualitas lingkungan sosial dan hubungan teman sebaya, disertai pendampingan Guru BK dan dukungan seluruh unsur sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif.