Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong betina di peternakan rakyat Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo berdasarkan indikator kinerja reproduksi yang meliputi service per conception (S/C), conception rate (CR), calving interval (CI), dan non return rate (NRR). Penelitian dilaksanakan selama periode satu tahun dengan menggunakan metode survei dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari kartu inseminasi buatan dan wawancara terhadap 41 peternak responden dengan jumlah sapi yang diamati sebanyak 220 ekor induk betina. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perhitungan S/C, CR, CI, dan NRR kemudian dibandingkan dengan standar ideal kinerja reproduksi sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai service per conception sebesar 2,66 termasuk kategori kurang efisien, conception rate sebesar 85,37% termasuk kategori sangat baik, calving interval sebesar 429,68 hari termasuk kategori kurang efisien, dan non return rate sebesar 74,55% termasuk kategori baik. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan inseminasi buatan di Kecamatan Tolangohula tergolong berhasil tetapi belum optimal karena tingkat kebuntingan tinggi namun efisiensi reproduksi masih perlu ditingkatkan, terutama pada indikator S/C dan CI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program inseminasi buatan di Kecamatan Tolangohula telah berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kebuntingan sapi potong betina, namun masih diperlukan perbaikan manajemen pakan, deteksi birahi, dan pelayanan inseminasi untuk meningkatkan efisiensi reproduksi ternak.
Copyrights © 2026