Down Syndrome merupakan kondisi genetik akibat adanya kelainan pada kromosom 21 Down Syndrome merupakan kondisi genetik yang disebabkan oleh adanya salinan tambahan kromosom 21 yang dapat memengaruhi perkembangan fisik, intelektual, motorik, bahasa, dan sosial anak. Kondisi ini menyebabkan anak dengan Down Syndrome membutuhkan intervensi dan terapi tumbuh kembang secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan adaptif serta kualitas hidupnya. Namun, dalam pelaksanaannya, pemenuhan kebutuhan terapi sering menghadapi berbagai hambatan, salah satunya adalah keterbatasan finansial keluarga. Biaya terapi yang harus dilakukan secara rutin, biaya transportasi, serta kebutuhan pendukung lainnya dapat menjadi beban tambahan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan finansial dalam pemenuhan terapi tumbuh kembang anak Down Syndrome pada keluarga dengan latar belakang ekonomi berbeda serta melihat dampaknya terhadap perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus komparatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi terhadap dua keluarga yang memiliki anak Down Syndrome di Sanggar Komunitas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi keluarga memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan terapi anak. Anak yang mendapatkan terapi secara rutin dengan dukungan keluarga yang konsisten menunjukkan perkembangan motorik, sosial, komunikasi, dan kesiapan sekolah yang lebih baik dibandingkan anak yang mengalami keterbatasan akses terapi akibat hambatan finansial. Hambatan biaya menyebabkan terapi menjadi tidak konsisten sehingga kesempatan anak memperoleh stimulasi perkembangan menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pembiayaan, akses layanan terapi yang lebih terjangkau, serta dukungan keluarga dan komunitas untuk membantu optimalisasi perkembangan anak Down Syndrome.
Copyrights © 2026