Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan di MTs Nasyril Islamiyah Palembang serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang diterapkan dalam pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala sarana dan prasarana, kepala tata usaha, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inventarisasi sarana dan prasarana telah berjalan cukup baik melalui kegiatan pencatatan, pengkodean, verifikasi kondisi barang, dan penyimpanan data menggunakan buku inventaris. Pelaksanaan inventarisasi didukung oleh koordinasi, motivasi, komunikasi, dan pengarahan yang melibatkan seluruh pihak terkait. Koordinasi dilakukan untuk menjaga kesesuaian data dengan kondisi barang di lapangan, motivasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam pengelolaan aset, komunikasi berperan dalam memperlancar pertukaran informasi, sedangkan pengarahan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan inventarisasi berjalan sesuai prosedur. Namun masih ditemukan beberapa kendala, yaitu penomoran barang yang belum optimal, pencatatan yang masih manual, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana pendukung, pemeliharaan yang belum maksimal, serta keterbatasan ruang penyimpanan. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah melakukan perbaikan koordinasi, pengecekan barang secara berkala, penataan ruang penyimpanan, pencatatan lokasi barang secara lebih jelas, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan inventaris. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, pemeliharaan, dan akurasi inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan inventarisasi fasilitas dan infrastruktur pendidikan di MTs Nasyril Islamiyah Palembang dan mengidentifikasi kendala serta solusi yang diterapkan dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang fasilitas dan infrastruktur, staf administrasi, dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inventarisasi telah dilakukan dengan cukup baik melalui pencatatan, pengkodean, verifikasi fisik, dan penyimpanan data inventaris menggunakan buku inventaris. Pelaksanaan tersebut didukung oleh koordinasi, motivasi, komunikasi, dan arahan yang melibatkan semua pihak terkait. Koordinasi dilakukan untuk menjaga kesesuaian antara catatan dan aset aktual, motivasi mendorong tanggung jawab dalam pengelolaan aset, komunikasi memfasilitasi pertukaran informasi, dan arahan memastikan bahwa kegiatan inventarisasi dilakukan sesuai prosedur. Namun, beberapa kendala teridentifikasi, termasuk penomoran aset yang tidak lengkap, sistem pencatatan manual, keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas pendukung yang tidak memadai, pemeliharaan yang suboptimal, dan keterbatasan ruang penyimpanan. Untuk mengatasi tantangan ini, sekolah meningkatkan koordinasi, melakukan inspeksi berkala, menata ulang area penyimpanan, memperjelas catatan lokasi aset, dan mendorong penggunaan teknologi dalam manajemen inventaris. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, keteraturan, dan akurasi manajemen inventaris fasilitas dan infrastruktur pendidikan.
Copyrights © 2026