Kemampuan membedakan fakta dan opini merupakan salah satu kompetensi literasi kritis yang krusial di era banjir informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teknik membaca kritis dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa mengidentifikasi fakta dan opini pada teks berita. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks-teks berita dari media daring dan buku teks Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca-catat sistematis, sedangkan analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (Miles, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa dalam mengidentifikasi fakta dan opini masih tergolong rendah, yang ditandai oleh kesulitan mereka dalam membedakan kalimat yang mengandung data konkret dengan kalimat yang bersifat subjektif. Setelah diterapkan teknik membaca kritis, yang mencakup tahap prabaca, membaca mendalam, dan pascabaca secara reflektif, kemampuan identifikasi siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa teknik membaca kritis tidak hanya membantu siswa memahami struktur teks berita, tetapi juga melatih proses kognitif tingkat tinggi yang sejalan dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka. Implikasi penelitian ini mendorong guru untuk mengintegrasikan strategi membaca kritis secara sistematis dalam pembelajaran teks berita di kelas.
Copyrights © 2026