Pendidikan karakter di lingkungan kampus saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dari satu dekade lalu. Mahasiswa tumbuh dalam lingkungan digital yang menuntut mereka mengelola dorongan, emosi, dan perhatian secara mandiri, sementara kerangka pendidikan karakter yang tersedia masih banyak bertumpu pada nilai-nilai normatif tanpa mekanisme psikologis yang jelas tentang bagaimana nilai tersebut diinternalisasi. Artikel ini mengkaji kembali konsep al-nafs (jiwa) dalam pemikiran Ibnu Miskawaih, khususnya pembagian tiga daya jiwa—al-syahwiyyah, al-ghadhabiyyah, dan al-nathiqah—serta empat kebajikan utama (al-hikmah, al-'iffah, al-syaja'ah, al-'adalah), dan menempatkannya sebagai kerangka konseptual untuk strategi self-regulation di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) yang bersifat analitis-konseptual, menelaah teks primer Tahdzib al-Akhlaq beserta literatur sekunder tentang self-regulated learning dan dinamika psikologi digital kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka al-nafs Ibnu Miskawaih memiliki struktur yang paralel dengan model regulasi diri Zimmerman, terutama pada fungsi al-nathiqah sebagai instans pengawas (monitoring) yang menyerupai tahap self-reflection, sementara al-syahwiyyah dan al-ghadhabiyyah memetakan dorongan impulsif yang dalam literatur modern dikaitkan dengan kecanduan media sosial, FOMO, dan perilaku cyberbullying. Artikel ini menawarkan tiga strategi penerapan—pembiasaan (al-'adah) dalam bentuk digital detox terjadwal, keteladanan (al-adab) melalui netiket kampus, dan muhasabah digital sebagai bentuk refleksi mingguan—yang dirumuskan sebagai jembatan operasional antara etika klasik dan kebutuhan literasi digital generasi Z. Implikasinya, pendidikan karakter berbasis al-nafs tidak perlu diposisikan sebagai doktrin yang terpisah dari psikologi modern, melainkan sebagai fondasi filosofis yang memberi makna dan arah bagi praktik regulasi diri yang sudah lebih dulu dikenal dalam dunia pendidikan kontemporer.
Copyrights © 2026