Artikel ini menganalisis rekonstruksi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiliterasi digital dalam penguatan moderasi beragama di era Artificial Intelligence (AI). Perkembangan AI, algoritma media sosial, dan transformasi ekosistem digital telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi pengetahuan keagamaan secara fundamental. Kondisi ini memunculkan tantangan berupa disinformasi keagamaan, polarisasi ideologi berbasis algoritma, reduksionisme pemahaman agama yang tekstual-literalistik, serta krisis otoritas keilmuan di ruang digital. Dalam konteks ini, PAI yang berorientasi pada transmisi pengetahuan normatif tidak lagi memadai, melainkan perlu direkonstruksi melalui pendekatan multiliterasi digital yang integratif, meliputi literasi digital, literasi kritis, literasi media, literasi kultural, dan literasi spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis kritis terhadap literatur pendidikan Islam kontemporer, multiliterasi digital, moderasi beragama, dan AI dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi multiliterasi digital dalam pembelajaran PAI mampu memperkuat kemampuan peserta didik dalam memverifikasi informasi keagamaan, memahami teks secara kontekstual, membangun kesadaran etis dalam penggunaan teknologi, serta menumbuhkan sikap inklusif, dialogis, dan moderat. Rekonstruksi PAI berbasis multiliterasi digital merupakan paradigma pedagogis yang relevan dalam membangun moderasi beragama yang adaptif, reflektif, dan humanis di era AI.
Copyrights © 2026