Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong masyarakat melakukan pinjaman Mekaar serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi, hubungan sosial, dan keharmonisan keluarga di Nagari Saruaso. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap beberapa nasabah Mekaar yang terdiri dari ibu rumah tangga, perempuan lajang, dan janda lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama masyarakat melakukan pinjaman adalah desakan kebutuhan ekonomi, rendahnya pendapatan, keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal, serta pemenuhan modal usaha dan kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun pinjaman Mekaar membantu masyarakat memperoleh dana secara cepat, sistem pembayaran berkala (mingguan atau dua mingguan) sering kali menimbulkan tekanan ekonomi baru bagi keluarga dengan penghasilan tidak stabil. Kondisi tersebut berdampak negatif pada meningkatnya stres psikologis, pertengkaran, dan konflik internal yang berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga. Di sisi lain, penerapan sistem tanggung renteng dalam kelompok nasabah memicu tekanan sosial dan konflik horizontal antaranggota ketika salah satu dari mereka tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pinjaman Mekaar dapat menjadi solusi ekonomi jangka pendek untuk mengatasi keterbatasan modal. Namun, program ini berpotensi menimbulkan perpecahan keluarga dan masalah sosial di masyarakat apabila tidak dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang matang serta pemanfaatan dana yang benar-benar produktif.
Copyrights © 2026