Produktivitas pertanian padi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi dan sarana produksi, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi antara penyuluh pertanian dan petani. Di Desa Lowa, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, masih dijumpai berbagai kendala dalam penyampaian informasi pertanian yang berpotensi memengaruhi keberhasilan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan komunikasi penyuluh pertanian dalam meningkatkan hasil panen petani padi sawah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses komunikasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan delapan informan yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi penyuluh pertanian berlangsung melalui tahapan pemberian pengetahuan, pembentukan keyakinan, pengambilan keputusan, pelaksanaan inovasi, dan penguatan kembali terhadap praktik yang telah diterapkan. Penyampaian informasi dilakukan melalui pertemuan kelompok tani, kunjungan lapangan, pendampingan langsung, serta pemanfaatan media komunikasi yang mudah dipahami oleh petani. Pola komunikasi tersebut mampu meningkatkan pemahaman, membangun kepercayaan, dan mendorong petani untuk menerapkan inovasi dalam pengelolaan usaha tani padi sawah. Selain itu, keberhasilan komunikasi dipengaruhi oleh karakteristik inovasi yang diperkenalkan, cara penyampaian informasi, dan dukungan sistem sosial yang berkembang di lingkungan petani. Dengan demikian, komunikasi penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan hasil panen dan pengembangan pertanian yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026