Naskah kuno merupakan warisan budaya yang menyimpan informasi penting mengenai sejarah, sastra, dan pengetahuan lokal masyarakat Nusantara masa lampau. Namun, keberlangsungannya menghadapi ancaman serius akibat kerusakan fisik yang disebabkan oleh faktor usia, kelembaban, dan keterbatasan metode preservasi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses digitalisasi naskah kuno di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Yogyakarta, menganalisis peran digitalisasi sebagai strategi preservasi informasi budaya, menjelaskan fungsi metadata dalam pengelolaan naskah digital, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan dokumentasi di Perpustakaan Dalem Jayadipuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses digitalisasi dilaksanakan melalui delapan tahapan terstruktur, mulai dari seleksi naskah hingga penyimpanan dan pencadangan data. Digitalisasi terbukti berperan penting sebagai strategi preservasi dengan mengurangi frekuensi penggunaan naskah fisik sekaligus memperluas aksesibilitas informasi budaya. Metadata yang meliputi kode koleksi, aksara, bahasa, kondisi fisik, dan deskripsi isi naskah berperan krusial dalam pengelolaan dan penelusuran koleksi digital. Kendala yang ditemukan mencakup kondisi fisik naskah yang rapuh, keterbatasan sumber daya manusia, permasalahan teknis pencahayaan, serta minimnya data provenance naskah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan informasi budaya di era digital.
Copyrights © 2026