Penyelenggaraan pendidikan inklusi di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih dihadapkan pada keterbatasan kualifikasi pendidik, perbedaan pemahaman tugas, serta hambatan komunikasi antar-guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai bentuk kolaborasi antara guru reguler dan guru pendamping khusus (GPK), kendala yang dihadapi, serta upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di KB TK IT Al-Ibrah Gresik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi terjalin secara menyeluruh meliputi fase perencanaan Program Pembelajaran Individual (PPI) bermodel kurikulum ganda, fase pelaksanaan melalui co-teaching tipe One Teach, One Assist dengan pendekatan fading, serta fase evaluasi berkala dengan sistem rapor ganda. Kendala utama yang dihadapi di lapangan bersumber dari ketidakstabilan emosi anak berkebutuhan khusus (ABK) serta faktor situasional kedinasan berupa pemberontakan perilaku anak ketika terjadi pergantian ke guru pengganti (infal). Upaya pemecahan masalah ditempuh pihak sekolah melalui penguatan kapasitas internal berupa pelatihan inklusi bersama, serta optimalisasi sinergi eksternal melalui penyelarasan program mandiri anak dengan orang tua menggunakan media buku penghubung. Kesimpulannya, integrasi aspek pengorganisasian kapasitas internal dan pengawasan eksternal berhasil mewujudkan siklus manajemen inklusi yang utuh, akuntabel, dan ramah anak.
Copyrights © 2026