Sistem pendinginan memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas termal mesin sepeda motor berperforma tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis coolant terhadap efektivitas radiator dan dampaknya terhadap unjuk kerja mesin Yamaha Vixion. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan rancangan komparatif. Dua jenis coolant yang diuji adalah coolant tipe I (Yamalube YamaCoolant) dan coolant tipe II (Brembo Coolant). Pengujian dilakukan pada dua kondisi, yaitu mesin mati untuk mengukur penurunan suhu pasif dan mesin hidup stasioner untuk mengukur efektivitas radiator. Pengukuran suhu dilakukan pada interval 10, 30, dan 60 menit menggunakan thermocouple dengan ketelitian ±0,1°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coolant tipe I memiliki kinerja lebih unggul dengan rata-rata efektivitas radiator 19,86% dibandingkan coolant tipe II sebesar 16,23%, atau mengalami peningkatan sebesar 22,37%. Pada kondisi mesin mati, coolant tipe I menurunkan suhu sebesar 36°C dalam 60 menit, sedangkan coolant tipe II sebesar 31°C. Pada kondisi mesin hidup, coolant tipe I mampu menjaga suhu kerja mesin lebih rendah (91°C) dibandingkan coolant tipe II (97°C) pada menit ke-60. Kedua hipotesis penelitian diterima, menunjukkan bahwa jenis coolant berpengaruh positif terhadap efektivitas radiator, dan efektivitas radiator yang lebih tinggi berdampak positif terhadap unjuk kerja mesin melalui stabilitas suhu yang lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan coolant berkualitas tinggi untuk mengoptimalkan sistem pendinginan Yamaha Vixion.
Copyrights © 2026