Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Laju Korosi dan Estimasi Remaining Life Material ASTM A333 Grade 6 pada Sistem Transmisi Gas Menggunakan Metode Corrosion Coupon Miftahul Habibil Fajri; Lisa Puspita Ariyanto; Meryanalinda Meryanalinda
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i2.60050

Abstract

Internal corrosion is a key factor affecting the integrity and reliability of gas transmission pipelines. This study evaluates the corrosion rate and estimates the remaining life of ASTM A333 Grade 6 material using the weight loss-based corrosion coupon method. Measurements were conducted at three locations: an offshore platform (CC-01), a riser/subsea transition section (CC-02), and an onshore receiving station (CC-03), with a 30-day exposure period. Corrosion rates were determined according to ASTM G31, while remaining life was estimated based on API 570 and ASME B31.8. The results showed corrosion rates of 0.846; 0.524; and 0.188 mpy, all classified as low. Estimated remaining life values were 97.65, 157.71, and 439.68 years. Low corrosion rates were associated with dry gas conditions, low CO₂ and H₂S partial pressures, and the absence of free water. The pipeline system remains within acceptable integrity limits. Accordingly, API 570 inspection intervals should be maintained to ensure reliability and safety. 
Analisa Pengaruh Variasi Suhu Dan Holding Time Pemanasan Induksi Terhadap Morfologi Dan Sifat Mekanik Baja Sup 9A Achmad haqqul yaqin Achmad haqqul yaqin; Ahmad Muqorrobin; Lisa Puspita Ariyanto; Merlyanalinda
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1601

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi suhu (850°C, 900°C, 950°C) dan variasi holding time (2, 7, 12 menit) selama pemanasan induksi terhadap struktur mikro, kedalaman dekarburisasi, dan kekerasan mikro (Vickers) pada baja pegas SUP 9A. Metode eksperimental meliputi perlakuan panas pemanasan induksi dengan kombinasi parameter tersebut, pengujian kekerasan mikro Vickers pada 11 titik tiap spesimen, serta analisis struktur mikro menggunakan mikroskop metalografi pada perbesaran 500×; data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji statistik One-Way ANOVA bila diperlukan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan holding time singkat (2–7 menit) mempertahankan nilai kekerasan tinggi (~323–327 HV) tanpa tanda dekarburisasi bermakna, sedangkan holding time 12 menit menurunkan kekerasan signifikan (~284–286 HV) disertai peningkatan kedalaman dekarburisasi hingga 0,08–0,11 mm; struktur mikro dominan tetap ferrit–pearlit pada kondisi yang diuji. Kata kunci : Pemanasan induksi, holding time, baja SUP 9A, kekerasan mikro, dekarburisasi.
Analisa Pengaruh Tingkat Kontaminasi Oli Terhadap Kinerja Sistem Hidrolik Alat Berat Scissorlift Genie Gs-1930 E-Drive Fatmah Nuril; Achmad Haqqul Yaqin; Lisa Puspita Ariyanto; Merlyanalinda
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1604

Abstract

Sistem hidrolik pada ScissorLift Genie GS-1930 E-Drive berperan penting dalam proses pengangkatan platform dan sangat dipengaruhi oleh kualitas oli hidrolik. Kontaminasi oli dapat menyebabkan penurunan efisiensi sistem, peningkatan suhu operasi, serta perlambatan respons aktuator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kontaminasi oli terhadap kinerja sistem hidrolik menggunakan pendekatan Condition-Based Maintenance (CBM) berbasis observasi lapangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengamatan kondisi visual oli (warna, kejernihan, dan kekentalan) serta pengukuran tekanan sistem, suhu oli, dan waktu respons aktuator. Pengambilan data dilakukan selama empat minggu pada satu unit Scissor Lift yang beroperasi di PT. X. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa peningkatan kontaminasi oli berpengaruh terhadap penurunan kinerja sistem hidrolik. Selain itu, perubahan karakteristik visual oli dapat digunakan sebagai indikator awal untuk mendukung pemeliharaan preventif yang lebih efektif dan ekonomis.
Pengaruh Panjang Jalur Perpipaan dan Jumlah Fitting terhadap Pressure Drop pada Sistem Rumah Gas Multi-Lini di Laboratorium PT. X Erixzen ShenaPutra Eswono; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman Ardian
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1648

Abstract

Sistem rumah gas (gas manifold system) merupakan infrastruktur penting dalam laboratorium industri yang berfungsi mendistribusikan gas dari tabung penyimpanan menuju berbagai titik pemakaian melalui jaringan perpipaan. Kinerja sistem dipengaruhi oleh panjang jalur perpipaan dan jumlah fitting yang menyebabkan kehilangan energi selama aliran sehingga menimbulkan pressure drop. Penurunan tekanan yang berlebihan dapat mengurangi stabilitas suplai gas, memengaruhi kinerja peralatan laboratorium, serta menurunkan efisiensi distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh panjang jalur perpipaan dan jumlah fitting terhadap pressure drop pada sistem rumah gas multi-lini di Laboratorium PT. X, baik secara parsial maupun simultan, serta mengidentifikasi variabel yang paling dominan memengaruhi pressure drop. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasional eksplanatori. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung menggunakan pressure gauge, alat ukur panjang, lembar observasi, dan dokumentasi teknis. Variabel independen meliputi panjang jalur perpipaan (X₁) dan jumlah fitting (X₂), sedangkan variabel dependen adalah pressure drop (Y). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS Statistics. Penelitian ini didasarkan pada teori mekanika fluida, meliputi persamaan kontinuitas, persamaan Bernoulli, persamaan Darcy–Weisbach, serta konsep major losses dan minor losses. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar dalam mengevaluasi konfigurasi jaringan perpipaan, mengoptimalkan sistem distribusi gas, meminimalkan kehilangan tekanan, serta meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional sistem rumah gas multi-lini.
Analisis Kinerja Termal Sistem Pemanas Air Tenaga Surya Menggunakan Reflektor Cermin Datar dan Pipa Tembaga ؽ Inch pada Kapasitas Air 25 Liter Eko Cahyono; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i2.1986

Abstract

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan efisiensi energi pada sektor domestik. Salah satu aplikasi yang berpotensi dikembangkan adalah sistem pemanas air tenaga surya yang memanfaatkan kolektor termal dengan optimasi penyerapan radiasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kinerja sistem pemanas air tenaga surya berbasis reflektor cermin datar dan pipa tembaga ؽ inch dengan media penyimpanan Solar Cube berkapasitas 25 liter, serta mengevaluasi pengaruh variasi sudut reflektor terhadap temperatur air, energi panas, dan efisiensi kolektor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa dengan pendekatan eksperimental. Sistem diuji menggunakan variasi sudut reflektor 20°, 30°, dan 40° pada kondisi cuaca cerah dan mendung. Pengukuran dilakukan setiap 30 menit pada rentang waktu 08.00–16.00 WIB dengan parameter meliputi temperatur air, kenaikan temperatur (ΔT), energi panas yang dihasilkan, dan efisiensi kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu beroperasi dengan baik dan memanfaatkan energi radiasi matahari sebagai sumber panas utama. Secara deskriptif, sudut reflektor 30° memberikan performa terbaik dengan temperatur maksimum sebesar 50,5°C dan kenaikan temperatur 21,4°C pada cuaca cerah, serta temperatur maksimum 40,8°C dan kenaikan temperatur 11,8°C pada cuaca mendung. Energi panas tertinggi mencapai 2.239.510 J dengan efisiensi kolektor sebesar 40,66% pada cuaca cerah dan 38,11% pada cuaca mendung. Namun, hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan antar variasi sudut reflektor belum signifikan secara statistik (p>0,05). Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pemanas air hemat energi dan ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha skala kecil.