Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mendorong lembaga pendidikan untuk melakukan transformasi digital dengan menyediakan pendidikan yang relevan. Namun, proses implementasinya di lapangan berulang kali menemui kendala terkait infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi unsur-unsur strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan pendidikan terkait pengembangan pembelajaran digital di SMP Negeri 2 Kedungwuni. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi efektivitas strategi sekolah dalam mengatasi tantangan operasional tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Sampling purposif merupakan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang melibatkan administrator sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui tiga pilar utama yang terintegrasi: studi literatur internal sekolah, analisis semi-struktural berdasarkan analisis SWOT, dan pengamatan bahasa di ruang kelas. Analisis data dilakukan secara sirkuler kualitatif melalui reduksi data dan analisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan sebesar 46,1% dalam hal jumlah komputer di sekolah, jumlah guru informatika, ketidakstabilan koneksi internet, serta dominasi metode pengajaran tradisional. Sebagai solusinya, sekolah menerapkan pendekatan manajemen strategik untuk mengatasi masalah ini. Secara konkret, hal ini mencakup integrasi pembelajaran pemrograman dan seni ke dalam pengajaran reguler di kelas (96–108 JP per tahun), optimalisasi komunitas belajar intra-sekolah dengan bantuan Sistem Manajemen Pembelajaran (Google Classroom/Drive) dan gamifikasi (Kahoot/Quizizz), serta penyederhanaan program OSIS Bidang TIK.
Copyrights © 2026