Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, terutama dalam penyusunan skripsi sebagai syarat kelulusan. Proses ini kerap menimbulkan berbagai kendala, seperti revisi berulang, keterbatasan referensi, lamanya umpan balik dari dosen pembimbing, keterbatasan waktu penelitian, serta kesulitan menemui dosen. Kondisi tersebut dapat memicu stres yang berdampak pada kesehatan mental, menurunnya kepuasan hidup, dan terganggunya fungsi akademik. Survei awal pada mahasiswa tingkat akhir S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus menunjukkan sebagian besar mengalami stres terkait penyusunan skripsi, manajemen waktu, overthinking, dan faktor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) dan Gratitude Practice terhadap penurunan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test serta kelompok kontrol. Populasi penelitian berjumlah 246 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 72 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, terdiri dari 36 responden kelompok intervensi dan 36 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi 0,200 (>0,08), sehingga data berdistribusi normal dan dianalisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya penurunan stres yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan signifikan (p > 0,05). Uji independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,05). Dengan demikian, terapi MBSR dan Gratitude Practice efektif menurunkan stres mahasiswa tingkat akhir.
Copyrights © 2026