Konsentrasi adalah kemampuan individu untuk mampu memusatkan perhatian dan fokusnya melalui panca indra yang dimilikinya sehingga informasi yang diterima dapat diproses secara optimal tanpa mudah teralihkan oleh rangsangan lain. Banyak siswa menunjukkan tingkat konsentrasi yang rendah dalam proses pembelajaran karena kurang mampu mengendalikan respons panca inderanya terhadap berbagai stimulus di lingkungan belajar. Siswa cenderung mudah terdistraksi oleh penggunaan gadget, rangsangan visual di sekitar kelas, percakapan teman, maupun stimulus lainnya yang menarik perhatian mereka. Selain itu, sebagian siswa menganggap materi pelajaran kurang penting sehingga perhatian mereka tidak terfokus secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan konseling kognitif behavioral dengan teknik meditasi untuk meningkatkan konsentrasi siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group yang bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas suatu perlakuan terhadap kelompok eksperimen. Dalam pelaksanaannya, subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan layanan konseling dengan teknik Cognitive Restructuring dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Terdapat perbedaan tingkat konsentrasi yang signifikan antara siswa yang diberikan pendekatan konseling kognitif behavioral dengan teknik meditasi dan siswa yang tidak diberikan pendekatan konseling kognitif behavioral dengan teknik meditasi. Pendekatan konseling kognitif behavioral dengan teknik meditasi terbukti efektif untuk meningkatkan konsentrasi siswa. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan konseling kognitif behavioral dengan teknik meditasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan konsentrasi siswa, sehingga hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima.
Copyrights © 2026