Fear of Missing Out (FOMO) merupakan kecemasan tertinggal dari pengalaman atau informasi yang dialami orang lain, terutama dipicu oleh penggunaan media sosial yang intensif pada mahasiswa. Kondisi ini diduga berkontribusi terhadap menurunnya kesehatan mental mahasiswa dalam bentuk kecemasan, stres, dan gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara FOMO dengan kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Deztron Indonesia tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Deztron Indonesia, dengan sampel sebanyak 35 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Fear of Missing Out Scale (FoMOs) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara FOMO dengan kesehatan mental pada mahasiswa (p<0,05), yang berarti semakin tinggi tingkat FOMO maka semakin besar risiko gangguan kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental pada mahasiswa sehingga diperlukan edukasi literasi digital dan layanan konseling sebagai upaya promotif dan preventif.
Copyrights © 2026