Hipertensi merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri, di mana kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan terapi yang memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien di Puskesmas Gajah I Demak. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian meliputi kuesioner data demografi, kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS-10), dan kuesioner World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney karena data tidak homogen dan tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian terhadap 150 responden menunjukkan bahwa karakteristik pasien didominasi oleh kelompok usia 56–60 tahun (32,7%), berjenis kelamin perempuan (64,7%), berpendidikan SMA/SMK (38,0%), berstatus menikah (99,3%), bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (38,0%), dan memiliki jam kerja 12 jam (36,0%). Mayoritas responden tidak memiliki riwayat penyakit keluarga (65,3%), tidak memiliki riwayat sosial buruk (100,0%), tidak memiliki penyakit penyerta lain (92,0%), dan tidak mengalami insiden kehilangan dalam 4 minggu terakhir (82,7%). Tingkat kepatuhan minum obat sebagian besar masuk dalam kategori patuh (60,7%) dan kualitas hidup responden terbanyak berada pada kategori sedang (55,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien di Puskesmas Gajah I Demak ($p = 0,006$). Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat yang baik berkorelasi positif dengan kualitas hidup pasien. Disarankan bagi pasien hipertensi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat secara konsisten guna memperbaiki dan mempertahankan kualitas hidup yang optimal.
Copyrights © 2026