Minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) memerlukan proses pemurnian untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dengan kualitas warna yang memenuhi standar industri. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah bleaching, yang dipengaruhi oleh konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kualitas warna RBDPO serta menentukan kondisi operasi yang optimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 4 × 3, yaitu variasi konsentrasi bleaching earth sebesar 0,5%; 1,0%; 1,5%; dan 2,0% serta waktu pemanasan selama 20, 25, dan 30 menit. Parameter yang diamati adalah nilai warna Red (R) dan Yellow (Y) menggunakan Lovibond Tintometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan mampu menurunkan nilai warna R dan Y, sehingga proses pemucatan berlangsung lebih efektif. Kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi bleaching earth 2,0% dengan waktu pemanasan 30 menit yang menghasilkan nilai warna 1,5 Red dan 15 Yellow. Sebanyak 11 dari 12 kombinasi perlakuan memenuhi standar PORAM, sedangkan seluruh perlakuan memenuhi persyaratan SNI 18:2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan yang tepat mampu meningkatkan kualitas warna RBDPO serta dapat dijadikan acuan dalam optimasi proses pemucatan pada industri pemurnian minyak sawit.
Copyrights © 2026