Masalah kesehatan jiwa merupakan tantangan krusial di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan seperti remaja dan mahasiswa yang kerap menghadapi tekanan akademik serta dampak negatif disrupsi digital. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memegang peranan sangat penting sebagai garda terdepan dalam melaksanakan upaya promosi, pencegahan, serta deteksi dini masalah kesehatan jiwa di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tinjauan pustaka (literature review) ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif kinerja Puskesmas dalam menjalankan program kesehatan jiwa berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan campuran (mixed methods) yang berpedoman pada alur PRISMA guna memastikan transparansi seleksi literatur. Melalui penelusuran basis data Google Scholar, lima artikel utama terbitan tahun 2022–2026 yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Puskesmas telah mengupayakan intervensi strategis berupa edukasi masyarakat, pemberdayaan kader kesehatan, dan pelibatan dukungan keluarga. Pemberdayaan kader terbukti sangat efektif mengingat kedekatan mereka dengan warga, sehingga secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan deteksi dini gejala gangguan jiwa. Dukungan keluarga juga secara statistik mampu meningkatkan tingkat kepatuhan pengobatan pasien secara konsisten. Namun, pelaksanaan program kesehatan jiwa masih menemui berbagai hambatan, seperti tingginya stigma negatif masyarakat, minimnya fasilitas pendukung, kurangnya kuantitas tenaga kesehatan, dan rendahnya rasio penemuan kasus secara dini. Kesimpulannya, Puskesmas perlu meningkatkan pelatihan khusus bagi kader, memperluas edukasi berbasis digital, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan jiwa dapat berjalan secara optimal.
Copyrights © 2026