Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KESEDIAAN REMAJA UNTUK BERPERAN AKTIF DALAM PROGRAM PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) Kustia Anggereni; Nurlindawati; Ichsan Trisutrisno
Jurnal Suara Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL SUARA KESEHATAN
Publisher : LPPM Institut Sains dan Kesehatan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56836/journaliskb.v9i2.77

Abstract

Abstract. Based on data from the Central Statistic Agency (2022), the percentage of adolescents ages 20-24 who were married before 18 of age has decreased, from 10.5% in 2020 to 9.23% in 2022 in Indonesia but increased in DKI Jakarta, from 1,45% in 2020 to 4,68% in 2021. The PIK-R program is a program from, by, and for youth which was created to reduce the number of adolescent marriage cases. Hopefully, the risk caused by adolescent marriage can be avoided. So, this study aims to see the willingness of adolescents to play a role actively in this program before and after education about PIK-R is given. This study used a Quasi Experiment method without a control group with One Group Pre-Test and Post-Test approach. The data is primary data collected using a questionnaire instrument which is distributed to the respondent before and after the intervention is given. The analysis of this study uses Paired Samples T-Test. The samples of this study are 100 Students of the 3rd class majoring in office and accounting at Vocational School IP Yakin Jakarta with inclusion and exclusion criteria. The study results are most of the students’ knowledge about PIK-R, their perspective that PIK-R was important, agreement that PIK-R is held in School, and their willingness to participate actively in the PIK-R program are increased after being given education about PIK-R. The conclusion is the willingness of people to accept and apply something new is needed for introduction, learning to be remembered, understood and then applied.
Condition of The Fire Protection System in Building A University X, 2024 Kustia Anggereni; Dhewi Mega Sari
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran pada gedung merupakan salah satu kasus kebakaran yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa. Kebakaran gedung yang paling sering terjadi adalah pada bangunan tempat tinggal, di mana penyebab kebakaran terbesar adalah korsleting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fasilitas proteksi kebakaran di Gedung A, Universitas X pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendeskripsikan fasilitas proteksi kebakaran yang tersedia di Gedung A, Universitas. Metode observasi digunakan untuk menilai kondisi fasilitas proteksi kebakaran, dan wawancara dengan petugas terkait digunakan untuk mengonfirmasi hasil observasi yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif di gedung A termasuk dalam kategori cukup baik, dengan pemenuhan aspek inspeksi sebesar 56% dan sistem proteksi kebakaran pasif di gedung A termasuk dalam kategori cukup baik dengan pemenuhan aspek inspeksi sebesar 47%. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini menjelaskan bahwa seluruh gedung memiliki fasilitas proteksi kebakaran tetapi dalam kondisi buruk atau tidak memenuhi standar yang berlaku. Perlu dilakukan pemeliharaan dan uji fungsional pada fasilitas yang ada secara berkala dan melakukan penilaian risiko kebakaran untuk menentukan fasilitas tambahan yang belum tersedia di A, Universitas X.
Program Konsumsi Obat Tambah Darah untuk Remaja di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta Kustia Anggereni; Julia Indriaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25296

Abstract

ABSTRAK Anemia defisiensi besi tetap menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang masih tinggi di kalangan remaja sekolah. Data nasional menunjukkan bahwa proporsi anemia pada remaja putri belum mencapai terget penurunan yang diharapkan secara konsisten di seluruh wilayah perkotaan seperti Jakarta.Meningkatkan pemahaman siswa remaja putri mengenai anemia, dampak jangka panjang pada kesehatan, dan upaya meningkatkan angka kepatuhan konsumsi tambah darah di lingkungan sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi mengenai pencegahan kejadian anemia pada usia remaja dan program pemerintah dalam penanggulangan anemia pada usia remaja dan program pemerintah dalam penanggulangan anemia pada usia remaja yang dialkukan selama 1 hari. Kegiatan edukasi tentang pencegahan kejadian anemia pada usia remaja dan program pemerintah dalam penanggulangan anemia pada usia remaja kepada siswa kelas X, XI, XII di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta telah terlaksana dengan baik. Selama kegiatan, siswa remaja putri sebagai peserta pengabdian kepada masyarakat sangat antusias terhadap materi yang diberikan. Kata Kunci: Tablet Tambah Darah, Remaja Putri, Anemia.  ABSTRACT Iron deficiency anemia remains a major public health challenge in Indonesia, with a high prevalence among school-age adolescents. National data shows that the proportion of anemia among adolescent girls has not consistently reached the expected reduction target across urban areas such as Jakarta. To increase adolescent female students' understanding of anemia, its long-term impact on health, and to improve adherence to iron supplementation in school settings. This community service was carried out by providing education on preventing anemia in adolescents and government programs to overcome anemia in adolescents which were carried out for 1 day. Educational activities on preventing anemia in adolescents and government programs to address anemia in adolescents for female students in grades X, XI, and XII at SMA Muhammadiyah 13 Jakarta have been implemented well. During the activity, the teenage students as participants were very enthusiastic about the material provided. Keywords: Iron Supplements, Teenage Female, Anemia.
Literature Review: Analisis Peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Dalam Meningkatkan Efisiensi Waktu Pelayanan Pasien Di Rumah Sakit Ade Alya Safitri; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1544

Abstract

Perkembangan cepat dalam teknologi informasi menyediakan peluang yang signifikan bagi rumah sakit untuk meningkatkan pengelolaan pelayanan melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran SIMRS dalam meningkatkan efisiensi waktu dalam layanan pasien, dengan mengedepankan tiga indikator: waktu tunggu pasien, kecepatan pelayanan, dan kelancaran proses administrasi. Metode yang diterapkan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti standar PRISMA. Melalui pencarian di Google Scholar, dari delapan artikel yang diperoleh, lima artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan SIMRS berhasil mengurangi waktu tunggu, mempercepat proses administrasi, dan meningkatkan responsivitas layanan. Beberapa faktor yang menentukan keberhasilan SIMRS mencakup kualitas sistem, akurasi informasi, kesiapan sumber daya manusia, dan infrastruktur teknologi. Teori antrian dan SERVQUAL diintegrasikan agar pemahaman mengenai hubungan antara efisiensi waktu dan kualitas pelayanan dalam penerapan SIMRS menjadi lebih jelas.
Analisis Implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dalam Upaya Penanggulangan Stunting Pada Balita: Literatur Review Aisyah Erfani Zahra; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1564

Abstract

Stunting adalah masalah gizi yang bersifat kronis dan mendunia yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga penanganan masalah ini menjadi prioritas utama. Di Indonesia, pemerintah berambisi menurunkan prevalensi Stunting hingga 14% pada tahun 2024 melalui berbagai intervensi yang strategis. Salah satu upaya gizi spesifik yang biasa diterapkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang mengandalkan bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara menyeluruh pelaksanaan Program PMT dalam mengatasi Stunting pada anak balita dengan pendekatan tinjauan literatur untuk menghasilkan sintesis bukti yang terperinci. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pencarian literatur yang sistematis melalui Google Scholar dengan batasan waktu publikasi antara tahun 2025 hingga 2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, lima studi utama yang secara khusus membahas implementasi program di lapangan berhasil dipilih. Hasil tinjauan mengindikasikan bahwa umumnya, Program PMT memberikan efek positif terhadap peningkatan status gizi dan berat badan balita. Namun, dari sudut pandang teori implementasi kebijakan, pelaksanaan program ini masih menemui berbagai tantangan yang signifikan. Beberapa hambatan utama termasuk adanya keterbatasan dalam sumber daya manusia dan anggaran, ketidakseragaman dalam takaran makanan, kurangnya penyuluhan dari pemerintah desa, serta penolakan anak balita terhadap rasa dan tekstur makanan yang disajikan. Sebagai kesimpulan, keberhasilan PMT sangat tergantung pada komitmen para kader, dukungan struktural, dan pendidikan bagi masyarakat. Penguatan dalam aspek pelaksanaan, pemantauan operasional, dan pendidikan gizi berkelanjutan sangat diperlukan agar efektivitas program dapat tercapai dengan optimal.
Literatur Review : Kinerja Puskesmas dalam Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan Jiwa di Era JKN Angelia Nuryatin; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1596

Abstract

Masalah kesehatan jiwa merupakan tantangan krusial di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan seperti remaja dan mahasiswa yang kerap menghadapi tekanan akademik serta dampak negatif disrupsi digital. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memegang peranan sangat penting sebagai garda terdepan dalam melaksanakan upaya promosi, pencegahan, serta deteksi dini masalah kesehatan jiwa di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tinjauan pustaka (literature review) ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif kinerja Puskesmas dalam menjalankan program kesehatan jiwa berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan campuran (mixed methods) yang berpedoman pada alur PRISMA guna memastikan transparansi seleksi literatur. Melalui penelusuran basis data Google Scholar, lima artikel utama terbitan tahun 2022–2026 yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Puskesmas telah mengupayakan intervensi strategis berupa edukasi masyarakat, pemberdayaan kader kesehatan, dan pelibatan dukungan keluarga. Pemberdayaan kader terbukti sangat efektif mengingat kedekatan mereka dengan warga, sehingga secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan deteksi dini gejala gangguan jiwa. Dukungan keluarga juga secara statistik mampu meningkatkan tingkat kepatuhan pengobatan pasien secara konsisten. Namun, pelaksanaan program kesehatan jiwa masih menemui berbagai hambatan, seperti tingginya stigma negatif masyarakat, minimnya fasilitas pendukung, kurangnya kuantitas tenaga kesehatan, dan rendahnya rasio penemuan kasus secara dini. Kesimpulannya, Puskesmas perlu meningkatkan pelatihan khusus bagi kader, memperluas edukasi berbasis digital, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan jiwa dapat berjalan secara optimal.  
Efektivitas Sistem Pelayanan Administrasi Kesehatan Dirumah Sakit Pada Mobile JKN Radja Ihsan Wijaya; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1792

Abstract

Transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan di Indonesia mendorong BPJS Kesehatan untuk mengembangkan aplikasi Mobile JKN sebagai inovasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas layanan administrasi kesehatan, seperti pendaftaran secara daring, antrean online, dan akses informasi mengenai kepesertaan. Meskipun begitu, pelaksanaan Mobile JKN masih mengalami beberapa hambatan, seperti kurangnya pengetahuan masyarakat tentang digital, kekurangan fasilitas teknologi, serta masalah teknis yang memengaruhi tingkat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali seberapa baik sistem pelayanan administrasi kesehatan di rumah sakit bekerja dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN, menemukan hal-hal yang memengaruhi cara sistem ini dijalankan, dan memberikan saran untuk memperbaiki kualitas pelayanan administrasi kesehatan yang menggunakan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) dengan pendekatan yang mengacu pada Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data tersebut didapat dari pencarian artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2024 hingga 2026, kemudian dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang menentukan apa yang termasuk dan tidak termasuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan Mobile JKN dapat meningkatkan kemudahan dalam pelayanan administrasi kesehatan, karena mempercepat proses pendaftaran, mengurangi waktu menunggu, membuat akses informasi kepesertaan lebih mudah, dan meningkatkan kepuasan para pengguna. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih bergantung pada kualitas sistem, kestabilan jaringan internet, kesiapan infrastruktur teknologi informasi, tingkat sosialisasi yang dilakukan, serta kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan sistem, peningkatan kualitas layanan digital, serta penyuluhan kepada masyarakat agar penggunaan Mobile JKN dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia.