Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Formalin pada Ikan Teri Asin dan Cumi – Cumi Asin di Pasar Kota Yogyakarta

Niza Aryanti (Universitas Alma Ata)
Herni Dwi Herawati (Universitas Alma Ata)
Ryan Salfarino (Universitas Alma Ata)
Effatul Afifah (Universitas Alma Ata)



Article Info

Publish Date
18 Jul 2026

Abstract

Formalin yaitu bahan kimia beracun dan karsinogenik yang mengandung formaldehida. Pada tahun 2023, BPOM Yogyakarta menemukan 26 sampel makanan salah satunya seperti ikan teri dan cumi-cumi yang terkontaminasi formalin, yang digunakan secara ilegal untuk memperpanjang umur simpan dan mengurangi kerugian. Penggunaan formalin pada pangan dilarang karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pencernaan hingga meningkatkan risiko kanker apabila terpapar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keamanan pangan, khususnya produk perikanan olahan, perlu terus dilakukan sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Tujuan: Menganalisis kadar formalin pada ikan teri asin dan cumi-cumi asin secara kualitatif dan kuantitatif di beberapa Pasar Kota Yogyakarta. Metode: Survei deskriptif dengan metode analisis kuliatatif dan kuantitatif pada sampel ikan teri asin dan cumi asin. Populasi 30 pasar di Kota Yogyakarta dipilih 15 pasar dengan teknik purposive sampling. Kemudian sampel ikan teri dan cumi asin diambil dari 1 pedagang di setiap pasar secara simple random sampling. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan formalin test kit, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui kadar formalin pada sampel yang terdeteksi positif. Hasil: Terdapat (37,3%) sampel yang positif mengandung formalin dari 75 sampel ikan teri asin dan cumi asin. Rerata kadar formalin ikan teri nasi 84,45 ppm, ikan teri tawar 81,92 ppm, ikan teri jengki 76,4 ppm dan rerata kadar formalin pada cumi asin jantan 89,96 ppm dan cumi asin telur 0 ppm. Kesimpulan: terdapat sampel positif mengandung formalin pada ikan teri asin nasi, ikan teri tawar, ikan teri jengki dan cumi asin jantan, tetapi pada cumi asin telur negatif tidak mengandung formalin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat, pedagang, serta instansi terkait dalam meningkatkan pengawasan keamanan pangan dan mencegah penggunaan formalin pada produk perikanan olahan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijim

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, ...