Jalan Hitu–Mamala merupakan salah satu ruas jalan provinsi yang mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kabupaten Maluku Tengah. Peningkatan volume lalu lintas, beban kendaraan, pengaruh air, serta keterlambatan pemeliharaan menyebabkan penurunan kondisi permukaan perkerasan pada sejumlah segmen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi kerusakan perkerasan lentur, menentukan nilai Surface Distress Index (SDI), serta merumuskan alternatif penanganan yang sesuai pada ruas Jalan Desa Hitu–Mamala dari KM 1+500 sampai KM 4+000. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei visual pada 25 segmen jalan. Data primer diperoleh dengan mengidentifikasi luas dan lebar retak, jumlah lubang, kedalaman bekas roda, serta kerusakan permukaan lainnya, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan literatur pendukung. Setiap parameter kerusakan dihitung menggunakan prosedur SDI untuk menentukan kategori kondisi jalan dan kebutuhan penanganannya. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata SDI sebesar 118,8 yang mengindikasikan kondisi ruas jalan secara umum termasuk kategori rusak berat. Dari 25 segmen yang dianalisis, sebanyak 5 segmen atau 20% berada dalam kondisi baik, 11 segmen atau 44% dalam kondisi sedang, dan 9 segmen atau 36% dalam kondisi rusak berat. Kerusakan dominan berupa retak, lubang, dan pelepasan butiran permukaan. Segmen berkondisi baik direkomendasikan memperoleh pemeliharaan rutin, segmen sedang memerlukan pemeliharaan rutin atau berkala, sedangkan segmen rusak berat membutuhkan rekonstruksi atau peningkatan struktur. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar penentuan prioritas pemeliharaan dan perbaikan ruas Jalan Hitu–Mamala.
Copyrights © 2026