Studi ini dirancang untuk menelaah bagaimana efisiensi biaya yang diproksi melalui rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan keputusan pendanaan yang diukur melalui Debt to Equity Ratio (DER) membentuk nilai perusahaan yang dicerminkan oleh Price to Book Value (PBV), dengan menempatkan Return on Assets (ROA) sebagai variabel perantara pada sub sektor makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2021–2025. Sebanyak 80 perusahaan dipilih melalui purposive sampling, menghasilkan 381 titik observasi dalam panel tidak seimbang. Estimasi dilakukan melalui dua substruktur regresi data panel menggunakan EViews 12, dengan pemilihan model berbasis Uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Substruktur pertama mengadopsi Random Effect Model (REM) dan menghasilkan bukti bahwa BOPO berpengaruh positif signifikan terhadap ROA sementara DER memberi dampak negatif signifikan. Substruktur kedua menerapkan Fixed Effect Model (FEM) dan menemukan bahwa hanya ROA yang secara signifikan mendorong PBV, sedangkan BOPO dan DER tidak memberi pengaruh langsung yang berarti. Uji Sobel mengonfirmasi bahwa ROA belum terbukti menjadi mediator yang signifikan antara BOPO maupun DER terhadap PBV. Temuan ini mengungkap bahwa pelaku pasar di sektor F&B selama periode pengamatan memprioritaskan sinyal kemampuan menghasilkan laba atas aset sebagai penentu utama penilaian saham.
Copyrights © 2026