Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode pembelajaran jarak jauh (sinkronus dan asinkronus) dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar peserta Diklat Pengenalan Proses Bisnis Bea dan Cukai di Pusdiklat Bea dan Cukai. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimen kuantitatif dengan desain treatment by level 2×2. Sampel terdiri dari 28 peserta yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 389 peserta aktif tahun 2026. Instrumen penelitian mencakup tes hasil belajar pilihan ganda (20 butir, reliabilitas Cronbach's Alpha = 0,866) dan angket kemampuan berpikir kritis berskala Likert (22 butir, reliabilitas Cronbach's Alpha = 0,900). Data dianalisis menggunakan Independent Samples t-Test dan Two Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara metode sinkronus dan asinkronus (t = 2,480; sig. = 0,020), dengan sinkronus menghasilkan rata-rata lebih tinggi (83,93 > 75,00); (2) terdapat interaksi signifikan antara metode pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar (F = 4,587; sig. = 0,043); (3) pada kelompok kemampuan berpikir kritis tinggi, sinkronus lebih unggul secara signifikan (92,14 > 77,14; sig. = 0,005); serta (4) pada kelompok kemampuan berpikir kritis rendah, tidak terdapat perbedaan signifikan antar metode (sig. = 0,451). Penelitian ini menegaskan pentingnya penyelarasan antara metode PJJ dan karakteristik kemampuan berpikir kritis peserta dalam merancang diklat aparatur yang efektif.
Copyrights © 2026