Pengelolaan limbah cair dari instalasi pengolahan air minum perlu dievaluasi karena residu proses koagulasi, sedimentasi, dan pencucian filter berpotensi menimbulkan beban pencemaran apabila dibuang langsung ke badan air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem pengelolaan limbah cair di Perumda Air Minum Tirto Negoro Kabupaten Sragen serta mengidentifikasi potensi pemanfaatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus tunggal terpancang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair terutama berasal dari pencucian filter dan pengurasan bak sedimentasi dengan karakteristik padatan tersuspensi tinggi, sisa koagulan aluminium, serta kandungan besi dan mangan yang berfluktuasi sesuai sumber air baku dan musim. Sistem pengelolaan eksisting masih konvensional karena limbah dialirkan langsung ke saluran irigasi tanpa pengolahan khusus. Kendala utama mencakup keterbatasan teknis, rendahnya prioritas manajerial, lemahnya koordinasi, keterbatasan sarana prasarana, dan belum adanya pemantauan kualitas limbah secara rutin. Potensi pemanfaatan yang paling realistis adalah resirkulasi air pencucian filter, pengeringan lumpur untuk bahan substitusi industri lokal, media tanam non-pangan, serta kolaborasi pengelolaan limbah dengan pemerintah daerah. Penelitian ini merekomendasikan pembangunan unit pengolahan lumpur sederhana, penyusunan prosedur operasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kemitraan pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Copyrights © 2026