Penurunan kepercayaan konsumen terhadap Pinkflash, merek kosmetik asal Tiongkok, terjadi setelah BPOM mengonfirmasi kandungan berbahaya pada sejumlah produknya akhir 2024. Kondisi ini mendorong perlunya kajian atas Brand Trust dan Customer Satisfaction dalam kaitannya dengan Minat Beli Ulang. Penelitian kuantitatif kausal ini menguji pengaruh Brand Trust terhadap Minat Beli Ulang, baik langsung maupun melalui Customer Satisfaction sebagai mediator, pada 200 konsumen perempuan usia 18–45 tahun di Jawa Barat yang telah membeli Pinkflash minimal dua kali dalam setahun terakhir. Data diambil melalui purposive sampling dan dianalisis dengan PLS-SEM (SmartPLS 4.1.1.4). Hasil menunjukkan Brand Trust berpengaruh positif signifikan terhadap Customer Satisfaction (β = 0,830; t = 32,123; p < 0,001), Customer Satisfaction berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Beli Ulang (β = 0,368; t = 4,402; p = 0,003), dan Brand Trust juga berpengaruh langsung signifikan terhadap Minat Beli Ulang (β = 0,536; t = 6,539; p < 0,001), dengan Customer Satisfaction berperan sebagai mediator parsial (efek tidak langsung β = 0,305; t = 4,372; p < 0,001). Brand Trust menjelaskan 68,8% variasi Customer Satisfaction, sementara kedua variabel bersama-sama menjelaskan 74,9% variasi Minat Beli Ulang. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kepercayaan merek dan kepuasan konsumen untuk meningkatkan minat beli ulang.
Copyrights © 2026