Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, luas lahan, biaya produksi, dan harga jual terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sadar, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Populasi penelitian berjumlah 70 petani kelapa sawit, sedangkan sampel sebanyak 28 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik Simple Random Sampling. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan modal, luas lahan, biaya produksi, dan harga jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Secara parsial, masing-masing variabel, yaitu modal, luas lahan, biaya produksi, dan harga jual, juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani. Di antara keempat variabel tersebut, luas lahan merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap peningkatan pendapatan petani. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin luas lahan yang dikelola, semakin besar peluang petani meningkatkan hasil produksi dan pendapatan usahatani. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan modal dan biaya produksi serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat memperkuat dukungan melalui penyuluhan, penyediaan akses permodalan yang lebih mudah, serta kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga jual kelapa sawit guna meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026