Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Sosial Dan Kompetensi Terhadap Resiliensi Emosional Guru Di SMP Negeri 34 Makassar Hardyansah Sarrang; Andi Risfan Rizaldi; A. Nur Achsanuddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan kompetensi terhadap resiliensi emosional guru di SMP Negeri 34 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 43 guru sebagai sampel yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 5 poin dan dianalisis dengan regresi linier berganda, serta diuji melalui uji t dan uji F pada tingkat signifikansi 0,05. Landasan teoritis yang digunakan adalah teori Conservation of Resources (COR) yang dikembangkan oleh Hobfoll et al. (2018), di mana dukungan sosial dikategorikan sebagai condition resources dan kompetensi sebagai personal resources. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi emosional (t hitung = 2,486; sig. = 0,017 < 0,05). Kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan (t hitung = 6,127; sig. = 0,000 < 0,05) dan merupakan variabel dominan. Secara simultan, dukungan sosial dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap resiliensi emosional (F hitung = 56,312; sig. = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,725 menunjukkan bahwa 72,5% variasi resiliensi emosional dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Kesimpulannya, dukungan sosial dan kompetensi berperan penting dalam meningkatkan resiliensi emosional guru, sehingga diperlukan upaya peningkatan dukungan lingkungan kerja serta pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Kelapa Sawit di Desa Sadar Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara Amanda Fikria; A. Nur Achsanuddin; Muhammad Rusdi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, luas lahan, biaya produksi, dan harga jual terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sadar, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Populasi penelitian berjumlah 70 petani kelapa sawit, sedangkan sampel sebanyak 28 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik Simple Random Sampling. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan modal, luas lahan, biaya produksi, dan harga jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Secara parsial, masing-masing variabel, yaitu modal, luas lahan, biaya produksi, dan harga jual, juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani. Di antara keempat variabel tersebut, luas lahan merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap peningkatan pendapatan petani. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin luas lahan yang dikelola, semakin besar peluang petani meningkatkan hasil produksi dan pendapatan usahatani. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan modal dan biaya produksi serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat memperkuat dukungan melalui penyuluhan, penyediaan akses permodalan yang lebih mudah, serta kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga jual kelapa sawit guna meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.