Tujuan dari studi ini guna “menganalisis dan mengoptimalkan biaya persediaan bahan baku kedelai melalui metode Economic Order Quantity (EOQ) pada Rumah Tempe Pak Agus”. Masalah utama usaha ini adalah tingginya frekuensi pemesanan konvensional tanpa perhitungan terstruktur, sehingga memicu pemborosan biaya pesan dan risiko stock-out yang mengganggu produksi. Penelitian kuantitatif deskriptif ini memanfaatkan data penggunaan kedelai tahun 2025, biaya pemesanan, beserta biaya penyimpanan selaku variabel analisis. Tahapan penelitian meliputi perhitungan kuantitas pemesanan optimal, safety stock, frekuensi pemesanan, ROP, serta perbandingan TIC. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan konvensional menghasilkan pemesanan sejumlah 263 kali tiap tahunnya disertai total biaya persediaan Rp6.312.000. Sementara kuantitas pemesanan optimal sebesar 314 kg per pesanan dihasilkan oleh metode EOQ sejumlah hanya 49 kali per tahun. Selain itu, ditetapkan safety stock sejumlah 103 kg dan ROP pada tingkat 162 kg. Total biaya persediaan bisa menurun menjadi Rp2.357.580 berkat penerapan metode EOQ. Terbukti dari temuan ini bahwasanya metode EOQ bisa menekan biaya persediaan sebesar Rp3.954.420 atau hemat 62,65% sekaligus meningkatkan keandalan ketersediaan bahan baku. Dapat disimpulkan, implementasi EOQ yang dipadukan dengan safety stock beserta ROP terbukti efektif mengoptimalkan manajemen pengendalian persediaan pada skala UMKM.
Copyrights © 2026