Larva Aedes sp. merupakan salah satu vektor penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman. Salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai larvasida alami adalah daun salam (Syzygium polyanthum) yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi larutan daun salam terhadap kematian larva Aedes sp., menentukan nilai LC50, dan mengetahui efektivitasnya sebagai larvasida alami. Jenis penelitian ini adalah true experimental design dengan rancangan posttest only control group design. Sampel penelitian berupa 600 ekor larva Aedes sp. instar III dengan 6 perlakuan konsentrasi yaitu 0 persen, 4 persen, 8 persen, 12 persen, 16 persen, dan 20 persen serta 4 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 20 persen merupakan konsentrasi paling efektif dengan rata-rata kematian 24 ekor larva atau 96 persen dalam waktu 24 jam. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pengujian lebih lanjut mengenai lama waktu paparan, konsentrasi larutan, serta efektivitas penerapan larutan daun salam di lingkungan masyarakat agar dapat dikembangkan sebagai pengendalian vektor yang aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026