Pemberdayaan petani merupakan upaya penting dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi masyarakat di sektor pertanian. Nagari Sungai Kamuyang memiliki potensi pertanian yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti rendahnya tingkat kesejahteraan petani, kompetensi yang belum optimal, produktivitas pertanian yang relatif rendah, serta ketergantungan petani terhadap pedagang pengumpul. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pemberdayaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Nagari Sungai Kamuyang dalam pemberdayaan petani untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis menggunakan teori pemberdayaan masyarakat yang meliputi aspek pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pemungkinan telah dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan petani dan penyediaan akses pelatihan serta bimbingan teknis. Aspek penguatan terlaksana melalui kegiatan Sekolah Lapang yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Namun, aspek perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan belum berjalan optimal karena terbatasnya perlindungan terhadap risiko usaha tani, pendampingan pascapelatihan, dan keberlanjutan pembinaan petani. Faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya penerapan inovasi, faktor usia dan pemahaman petani, serta ketergantungan terhadap pedagang pengumpul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemberdayaan telah meningkatkan kompetensi petani, tetapi belum sepenuhnya mewujudkan kemandirian ekonomi.
Copyrights © 2026