Kinerja operasional terminal peti kemas sangat dipengaruhi oleh pola kedatangan kendaraan truk yang melakukan aktivitas bongkar muat. Permasalahan yang terjadi adalah ketidakteraturan distribusi kedatangan kendaraan yang menyebabkan kepadatan pada waktu tertentu dan berdampak pada meningkatnya waktu tunggu kendaraan (idle time). Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian kedatangan kendaraan belum berjalan secara optimal dan belum sepenuhnya mempertimbangkan kapasitas operasional terminal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kedatangan kendaraan truk serta merumuskan penerapan Terminal Booking System sebagai upaya pengendalian untuk mengurangi waktu tunggu kendaraan pada terminal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis distribusi kedatangan kendaraan dan analisis kapasitas operasional terminal yang meliputi kapasitas pada area gate, container yard, dan wharf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan distribusi kendaraan menyebabkan terjadinya penumpukan pada periode tertentu sehingga meningkatkan waktu tunggu kendaraan. Penerapan Terminal Booking System dengan pengaturan slot waktu kedatangan mampu mengendalikan arus kendaraan agar lebih merata dan sesuai dengan kapasitas pelayanan terminal. Selain itu, keberadaan waiting area sebagai fasilitas pendukung berperan dalam menahan kendaraan sebelum memasuki area operasional sehingga membantu menjaga kestabilan arus kendaraan. Dengan demikian, penerapan sistem penjadwalan berbasis slot waktu berpotensi meningkatkan efisiensi operasional terminal melalui pengurangan waktu tunggu kendaraan (idle time).
Copyrights © 2026